.quickedit{ display:none; }

Merubah Status Tanah dari Hak Guna Bangun menjadi Hak Milik [Part#1]


Assalamu'alaikum




Luangkan waktu sejenak buat sharing proses saat ingin merubah sebidang tanah dari yang sebelumnya hanya Hak Guna Bangun (HGB) menjadi Hak Milik. Biar nantinya yang mau ngurus ga bolak balik atau setidaknya ada gambaran lah buat ngurus.
nah, di sini saya mengurus tanah yang baru saja di beli oleh kakakku (sebut aja si D), kata RT nya sebaiknya HGB nya secepatnya di urus karena "blablablabla....@$#%^&*( " cuek , ga mau ngerti hahaha... akhirnya ga ga ngerti juga hikzzz...
Finally, saya juga yang ngurus, dengan modal oon dan PD aja lah cukup yang jadi inti HGB --> HM (ga tau di sana nyingkatnya apa) ^_^.
pengurusan akhirnya di mulai, 

KEDATANGAN PERTAMA di BPN

  1. ke kantor pertanahan yang ada di Jl. A. Pangerang Pettarani tepatnya sebelum gedung kampus UNM setelah INFORMA store. (ga punya fotonya)
  2. parkir kendaraan dengan rapi hahaha... <----- GA PENTING
  3. masuk kantor BPN Makassar pastinya,
  4. geleng kanan, kiri, depan, ruwame bener... (ingat pesan mama : hati-hati banyak CALO' d sana) nyari security tapi doi nya ga kliatan juga, akhirnya asal jalan aja nemu bagian INFORMASI di sebelah kanan pintu masuk, masuk lagi bukan pas samping pintu yaaa hahaa
  5. liat ibu nya lagi ngelayanin yang lainnya, saya dengan segera berdiri di depan si doi dan masang muka paling oneng (julukan dari k' sulfi) gubrakkk, dan nyoba ambil sela di antara diskusi si doi ma cstumernya yang lain hihihi :D (khawatir : dari pada nunggu lama buntutnya cuman 1 kalimat yang keluar)

  • saya : bu' kalau mau ngurus HGB ke HM gimana?
  • doi : sediakan foto copy KTP kalau nama anda yang tertera di sertifikat tanah, kalau bukan silahkan buat surat kuasa dulu kemudian tandatangan di atas materai 6000 oleh pemilik tanah/pemberi kuasa jangan lupa fotocopy KTP pemberi kuasa dan yang di beri kuasa, PBB terakhir. Skalian aja beli formulir dulu di sana --> (sambil nunjuk ke kiri, ga jelas nunjuk ruangan mana, saya mah asal iya aja wkkkk toh alhamdulillah Allah masih ngasih mata ma mulut)  ^^
  • saya : ooo di sana ya bu' (iseng nunjuk sana juga dengan sok tau nya hahaha), trus minta nya apa bu?
  • doi: bilang aja formulir buat perubahan HGB ke HM
  • saya : ooo iya iya bu, trimakasih. (cussss dengan mmberi senyum simpul yang mungkin tak berarti dan kmudian berlalu dari wajah si doi)
bergegas saya ke tempat yang tadi asal nunjuk, ternyata benar saya asal nunjuk ckkkk... sampai di ujung, melongo kanan kiri ketemu seorang pria yang belum tua dan tidak juga muda, segera saya tanyakan "pak buat beli form dimana ya?" , " oo, di situ" jawabnya sambil menunjuk ruangan yang emang ga kliatan kalau ada tempat jual beli,foto copy dll. "trimakasih pak" jawabku sambil berlalu sekali lagi dengan senyuman trimakasih. singkat cerita SKIP...  akhirnya terbeli lah formulirnya dengan harga Rp.10.000 (asal net padahal lupa harganya brapa wkkkk) kurang lebih gitu deh harganya yang jelas ga nyampe 50 ribu, plus materai 6000 dengan harga naik 1000 rupiah =Rp.7000.
Form Permohonan
Ok hari pertama pengurusan ngerasa udah cukup lah, pulang ke rumah dan minta kakak yang di kampuang (sebut aja si M) buat surat kuasa (karna kakak ku ini sebagai perantara kmaren saat bali tanah). dan akhirnya KTP si pemilik dan surat kuasa sudah selesai.

KEDATANGAN KEDUA di BPN

karena faktor malas dan sibuk ngurusin kuliah nyari-nyari sesuatu yang ga kunjung jelas sampai skarang.. satu bulan  pengurusan terhenti :D, tiba saatnya tepat 10 februari ini mama ingetin buat ngurusin tanah kakak si D, daripada mikir yang juga ga jelas makin puyeng, ku putuskan untuk bergegas ke kantor BPN lagi sambil membaawa semua yang di minta desember 2014 kmaren plus berkas-berkas lain yang kemungkinan di butuhkan termasuk sertifikat dan IMB, semua saya scan buat jaga-jaga skalian saya print, alhasil ternyata berkas yang saya copy memang di butuhkan.

  1. dengan pengalaman di proses pertama, saya langsung ke bagian informasi dan mencoba mengulangi pertanyaan yang sama saat pertama kali saya datang (speeek wkkk biar kliatan ga pernah datang baru nanya lagi hihihi)
  2. si ibu nyuruh ngambil nomor antrian, sampai di tempat pengambilan nomor antrian, gubrakkkk banyak banget pilihannya... saya harus pilih loket mana ini? sedangkan di bagian informasi ga ada tertera loket apa, sedangkan yang lainnya punya nama loket masing-masing Loket A, B, C, D, F, G, H,I dan J. dengan sotoy nya saya langsung menarik kertas antrian loket B sambil ragu kliatan oon nya ckkkk... untungnya pak satpamnya nongol sambil mencet nomor antrian loket, segera saya tanyakan " pak kalau mau ke bagian informasi ini loket apa ya?" dengan sigap si satpam mencet loket J dan memberikan nomor antriannya, "oke trimakasih pak" saya berlalu tanpa lupa senyum dulu huwahahahaha....
  3. kurang lebih 15 menit menunggu, akhirnya nomor antrianku di sebut, dan huffft... berkas belum lengkap, akhirnya di catatkanlah kelengkapannya dan di berikan ke saya. (1) KTP Pemohon, (2) KTP pemberi kuasa, (3) PBB 2014, (4) IMB , 1~4 ini di foto copy dan di sahkan di kantor lurah , lokasi tanah tersebut berada. (5) Sertifikat tanah ASLI, (6) Surat kuasa, nah surat kuasa ini ternyata ada yang salah karena kemarin cuman ada Pemberi kuasa (Pihan I), Menerima kuasa (Pihak II), dan Saksi I dan II. ternyata yang benar itu : Pemberi kuasa (Pihak I) ; Penerima kuasa (Pihak II), Mengetahui (Lurah setempat). untuk Saksi I dan II tidak di perlukan.
  4. jangan lupa dengan adanya formulir permohonan yang di beli kemarin yaaa.., formulir itu ternyata harus di tandatangani oleh pemberi kuasa , kata si ibu si penerima kuasa cukup tandatangan di bagian pertama saja, selanjutnya si pemberi kuasa yang harus menandatangani.
Catatan berkas yang diperlukan
Surat Kuasa
dengan modal informasi baru tersebut saya langsung ke TPK alias kantor lurah setempat, jangan lupa buat fotocopy yang harus di fotocopy dan di legalisir oleh lurah dan 1 lagi.. jangan lupa slalu bawa duit lebih hihihi... :D dan jangan lupa lagi, datang k kantor itu jangan jam 12 karena saat nya pegawai kabur buat ISOMA (masih beruntung ktemu langsung sama si pak lurah).
cerita di SKIP, akhirnya sampai di kantor lurah, berkas siap untuk di legalisir dengan penjelasan yang padat jelas dan alhamdulillah di mengerti dan di maklumi wkkkk (surat kuasanya katanya salah) biarlah yang jelas ASLI.
setelah berkas selesai tiba di proses pembayaran... saya pikir masih ada yang GRATIS hari ini di kantor lurah :D, kata si pegawainya "biasanya kalau yang ini de' ( sambil nunjuk surat kuasa) bayarnya 50 ribu, kalau yang ini (sambil nunjuk berkas-berkas yang di legalisir) terserah ade' mau bayar berapa).
sambil mikir bentar, mau ngasih brapa ya duit kecil ga ada lagi yang ada cuman recehan wkkkk... sambil narik duit 100+20 ribu, dengan pelitnya langsung saja saya tanya, "ibu ada duit 50 rbuan?" (ckkk nyengir dalm hati) "emang duit brapa de'?" tanya si pegawai sambil saya mikir (kalau minta kmbalian 50an emangnya duit berapa lagi ya selain 100an yang bisa di balikin 50???)... sambil nyodorin 120.000 "ini bu' duitnya" bergegas si pegawai ngambil dan alhamdulillah si pegawai balikin 50 dengan senyum yang ramah sambil nanya "ade' sndiri ya yang ngurus di pertanahan?" , "iya bu'" jawabku sambil memasukkan semua berkas dan duit ke tas. finally, berkas hari ini selesai "trimakasih bu' assalamu'alaikum" tutupku dan bergegas pergi dari kantor lurah.
nah selanjutnya tinggal tunggu kakak si "M" buat minta tanda tangan lagi sama si mantan pemilik tanah di form permohonan.

oke sekian dulu cerita hari ini, untuk Part#2 nya in sha Allah saya ga malas share lagi nanti hikhik...

wassalam.

salam JELAJAH
Jika salah tergurlah, jika lupa ingatkanlah
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg